|
kabar baru di TAHUN 2012
|
|
15-12-2009, 14:35
Post: #1
|
|||
|
|||
|
kabar baru di TAHUN 2012
Jakarta (ANTARA) - Seorang peneliti dari Lembaga
Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menyatakan fenomena meningkatnya aktivitas matahari yang menurut ramalan suku Maya terjadi pada 2012 tidak perlu dikhawatirkan apalagi dihubungkan dengan hari kiamat. Peneliti astronomi dan astrofisik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) yang baru saja dikukuhkan sebagai profesor riset Indonesia Dr Thomas Djamaluddin Msc, Rabu, menyatakan tidak ada yang istimewa dari fenomena alam 2012 itu karena hanya siklus 11 tahunan meningkatnya aktivitas matahari. "Fenomena 2012 yang menghebohkan masyarakat lebih banyak berawal dari ramalan suku Maya, bukan berasal dari alasan ilmiah. Kalau kemudian memang ada fenomena 2012 alasan ilmiahnya apa? Tapi yang lebih banyak diungkapkan justru bukan sainsnya," kata Thomas usai dikukuhkan sebagai profesor riset di kantor Lapan Jakarta. Menurut Thomas, fenomena aktivitas puncak matahari sebelumnya diperkirakan terjadi pada 2011, namun titik minimumnya bergeser sehingga diperkirakan terjadi pada 2012. Namun, sekarang pun ada pergeseran lagi sehingga kemungkinan terjadi pada 2013. Secara alamiah, tegas Thomas, tidak ada yang istimewa karena itu merupakan siklus 11 tahunan. "Terakhir terjadi pada 1989 kemudian pada 2000, dan nanti 2012 atau 2013 akan terjadi lagi." Orang kemudian mengkhawatirkan terjadi badai matahari, padahal tidak akan ada badai matahari dahyat yang menimbulkan dampak parah. Badai matahari pada dasarnya adalah fenomena bumi yang sering terjadi bukan saja saat aktivitas matahari mencapai puncak, tetapi saat aktivitas mulai naik hingga turun lagi tetap ada badai matahari. Artinya memang frekuensi kejadiannya lebih banyak pada saat puncak. Tetapi, menurut Thomas, kekuatan terbesarnya belum tentu pada saat puncak. Sering kali yang paling kuat justru setelah puncak. "Katakan puncak yang lalu terjadi di 2000, tetapi aktivitas matahari yang paling besar, yang paling kuat justru terjadi pada 2003," katanya. Perbincangan fenomena aktivitas matahari ini juga berkembang, yang kemudian dikaitkan lagi dengan seolah-olah akan ada tumbukan komet. "Itu juga secara astronomi tidak ada buktinya. Tidak ada informasi atau perkiraan akan ada komet besar yang menabrak bumi pada 2012. Kemudian ada lagi yang memperkirakan ada planet Nibiru, padahal planet Nibiru tidak dikenal dalam astronomi," jelas Thomas. Berbagai perbincangan mengenai fenomena 2012, seperti seolah-olah berdasarkan teori astronomi ada asteroit besar yang akan menghantam bumi, sama sekali tidak punya dasar atau tidak ada alasan astronominya. "Jadi pada dasarnya kekhawatiran 2012 lebih banyak terkait dengan penafsiran ramalan suku Maya, dan oleh ketua suku Maya sendiri sudah menyatakan bahwa 2012 bukan akhir dan itu hanyalah pergantian item kalender yang biasa," kata dia. Menurut Thomas, dampak dari badai matahari yang ditimbulkan dari percikan partikel matahari dan menimbulkan medan magnit itu selama ini hanya berdampak pada keberadaan satelit di orbit dan terhadap transformer fasilitas jaringan listrik. Badai matahari dapat menimbulkan induksi ke fasilitas jaringan listrik sehingga terjadi kelebihan beban dan bisa menyebabkan trafo meledak atau terbakar. Sampah Antariksa Dalam orasi ilmiahnya pada pengukuhannya sebagai profesor riset bersama Dr Ir Chunaeni Latief Msc, Thomas juga menyatakan bahwa wilayah Indonesia yang dilalui garis ekuator cukup panjang rentan menjadi tempat jatuhnya sampah antariksa yang sekarang kian banyak. "Sampah antariksa semakin lama semakin banyak. Yang terpantau oleh sistem jaringan pemantau internasional ada sekitar 13 ribu lebih dan ancamannya bisa mengganggu satelit aktif. Dan salah satunya pernah, sampah antariksa bekas satelit Rusia menabrak satelit aktif karena semakin banyak satelit di antariksa kemungkinan bertabrakan semakin besar," katanya. Indonesia yang berada di garis ekuator memiliki kemungkinan lebih besar untuk terkena risiko jatuhnya sampah antariksa dibanding kawasan lain. Oleh karena itu Indonesia harus selalu waspada karena berada pada wilayah yang sering dilalui orbit satelit. Hal itu harus menjadi perhatian Lapan dalam memberikan pelayanan informasi potensi bahaya benda jatuh dari antariksa sehingga kemungkinan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dapat dinetraliskan, demikian Thomas Djamaluddin. Bersama Thomas, peneliti Lapan Dr Ir Chunaeni Latief Msc juga dikukuhkan sebagai profesor riset dalam bidang Opto Elektronika dan Aplikasi Laser. Dalam orasinya ia lebih mencermati kandungan dan efek emisi gas rumah kaca (CO2) dan pemanfaatan instumensi Satklim LPN-1A untuk penelitiannya yang bermanfaat bagi dunia penerbangan, dan kajian pemanasan global. hp ku hilang.. jadi jarang online
|
|||
Thank given by |
unicorn999, iyank |
|
15-12-2009, 19:04
Post: #2
|
|||
|
|||
|
RE: kabar baru di TAHUN 2012
Nah itu, kan ada juga yg memberi keterangan sempurna
bahwa pada 2012 bukanlah akhir segalanya ![]() Thanks bro infonya, really nice . .
¤ Aku, Kamu, dan IM3 ¤
¤ ¤ |
|||
|
16-12-2009, 8:56
Post: #3
|
|||
|
|||
|
RE: kabar baru di TAHUN 2012
it's a good news
buat yang percaya kiamat bakal datang tahun 2012.. klo gw c gak percaya.. tapi gw percaya adanya aktifitas matahari yang gak seperti biasa.. so,kita cuman bisa berharap semoga gak seheboh yang diberitakan selama ini dan sesuai penjelasan diatas
GANTI MASTER JADI "ve3"
|
|||
|
16-12-2009, 11:32
Post: #4
|
|||
|
|||
|
RE: kabar baru di TAHUN 2012
Thanks 4 share bro huf.t.t.t kemaren w ntn berita di metro tv mpe kaget...smpe di praktekkan sgala kalo bumi akn di hujani meteor...kapok q ntn tv...jd kga bs tidur...%) w kan blm kawin...jd mzh blm mau kiamat...wkwkwk(lebay)
|
|||
|
18-12-2009, 15:13
Post: #5
|
|||
|
|||
|
RE: kabar baru di TAHUN 2012
Thanks brow infonya. Ni ada sedikit tambahan tentang aktifitas matahari.
Bintik Matahari Mulai Terlihat ![]() BANDUNG, KOMPAS.com — Bintik matahari yang disebut sunspot 1035 mulai terlihat membesar, yaitu hingga berukuran tujuh kali planet Bumi. Seperti dilaporkan di Space Weather News, sunspot ini telah mengembang cepat sejak terlihat pertama kali pada 14 Desember lalu. Jika kecenderungan ini terus berlanjut, maka 1035 menjadi sunspot terbesar tahun ini, bahkan tahun-tahun sebelumnya. Seperti yang diungkapkan peneliti Lapan, Clara Yono Yatini, bintik hitam menjadi pertanda tingkat keaktifan matahari. Ketika masa aktif itu mencapai puncak, matahari dapat menimbulkan ledakan (corona mass ejection) yang dapat menghujani Bumi dengan partikel yang berpotensi mengganggu. Sebelumnya, Lapan dan berbagai peneliti dunia telah memperkirakan bahwa masa puncak aktivitas matahari yang kini berada di siklus ke-24 ini akan terjadi pada rentang 2012-2013. Pada masa inilah diduga akan terjadi badai luar angkasa ekstrem akibat aktivitas matahari. Masa puncak aktivitas di siklus terdahulu, yaitu ke-23 terjadi pada tahun 2003. Ketika itu, badai matahari dilaporkan sempat menimbulkan gangguan komunikasi. sumber : Code: www.kompas.comKalo pengen tau lebih jelas tentang apa itu bintik matahari, silahkan lihat di wikipedia. Code: http://id.wikipedia.org/wiki/Bintik_matahariYou don't know what you got until it's gone
You don't know what you've lost until it's gone |
|||
Thank given by |
iyank |
|
« Next Oldest | Next Newest »
|
| Possibly Related Threads... | |||||
| Thread: | Author | Replies: | Views: | Last Post | |
| Pencarian terpopuler di Yahoo! Tahun 2009 | dezuka | 4 | 160 |
10-03-2010 16:33 Last Post: lianacihuyy |
|
| Cari Suami Baru, Nenek 107 Tahun Merambah Facebook | sikeboganteng | 5 | 293 |
15-12-2009 12:38 Last Post: dara_sukma86 |
|
| Isu Kiamat 2012 ternyata Badai Matahari | royal_flush | 7 | 439 |
27-11-2009 12:13 Last Post: mantikey |
|
| Forum Permissions |
| You cannot post new threads. You cannot post replies. You cannot post attachments. |
| HTML is turned off. MyCode is turned on. Smilies are turned on. [img] is turned on. |

Search
Member List
Calendar
Help

Posts: 335


Thank given by

bahwa pada 2012 bukanlah akhir segalanya 
. .
¤
buat yang percaya kiamat bakal datang tahun 2012..

![[Image: 0629219p.jpg]](http://www.kompas.com/data/photo/2009/06/27/0629219p.jpg)